p
|
|
|
"JOYRIDE!" Blyan lagi belajal nyetil nih...... Ental kalo udah bisa mo kelja di Mayasali Bakti Bial cepet dapet duit untuk beli Honda Shadow buat Papa Kan Papa pengen banget tuh punya Honda Shadow Tenang aja deh, Pa Pokoknya ental Blyan beliin Papa maunya yang belapa cc? yang 600 cc aja? oke deh, Papa Yang sabal ya nunggunya fahrie at 4:59 PM _________________________________________________________________________________________ TENTANG OPA Sebuah Obituari Kali ini cerita tentang Opa. Opa baru saja pergi menghadap Ilahi hari Jumat 20 Agustus kemaren. Lahir di kampung kecil di Cikoang, Jeneponto sekitar 3 jam dari Makassar, Opa dulu sudah jadi yatim piatu sejak masa kanak-kanaknya. Untuk bisa tetap melanjutkan sekolahnya Opa harus berpindah-pindah menumpang dirumah keluarga yang mau berbaik hati merawatnya. Kehidupannya berat, untuk bisa sekolah Opa harus berenang menyeberangi sungai setiap hari dengan satu tangan terangkat memegang baju supaya tidak basah. setelah itu dilanjut lagi dengan jalan kaki berkilo meter tanpa alas kaki. Sepatu pertamanya - cerita Opa dulu - adalah sepasang sepatu bot bekas kakaknya yang jadi tentara. Kegedean pastinya, tapi lumayan daripada harus menapak tanah. Meski berasal dari kampung semangat Opa untuk bisa sekolah tak pernah padam. Setamat PGSLP (Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama) Opa mengajar di SMP di kampungnya sambil tetap melanjutkan sekolahnya. Saat yang sama Opa yang aktif di Nahdhatul Ulama saat itu terpilih menjadi ketua DPRD Jeneponto. Tapi jangan dibandingin dengan anggota DPRD sekarang yang bergelimang harta. Saat itu menjadi anggota dewan semata hanya karena idealisme. Opa meyelesaikan S1-nya dari Fakultas SosPol Universitas Hasanuddin, Makassar, fakultas yang mempertemukannya dengan Oma. Mereka teman kuliah meski Opa lebih senior waktu itu. Ketika Universitas Tadulako pertama kali dibuka di Palu, temen kuliahnya yang menjadi Rektor disana mengajaknya pindah ke Palu. Opa ikut kesana dan terus membaktikan dirinya mengajar di FISIPOL UNTAD hingga akhir hayatnya. Meraih gelar Master dari FISIPOL UI, kemudian sekolah lagi di Fakultas Pasca Sarjana UNHAS, Opa adalah sosok yang tak pernah berhenti belajar. Walaupun pernah menjabat sebagai Dekan FISIPOL UNTAD, terus jadi Pembantu Rektor I Untad, Opa adalah pribadi yang sederhana. Hidupnya lurus dan bersahaja. Seorang rekannya yang mampir kerumahnya dikompleks dosen Tondo sampai tak percaya kalau di dalam rumah sederhana itu tinggal seorang guru besar yang pernah memegang sekian banyak jabatan penting. Tapi itulah Opa. Buat anak-anaknya Opa selalu mendorong untuk belajar dan terus belajar. "Hanya sekolah yang bisa mengubah nasib kita", tuturnya selalu. 5 anaknya: Yang tertua tante Tati, Magister dari Universitas negeri Makassar; Om Hasan meraih Magister Ekonomi dari UNHAS; Tante Nuna saat ini kembali sekolah sebagai kandidat Doktor di Universitas Padjadjaran Bandung; Om Subhan, Geologist dari UNHAS dan yang bungsu Papa, bekerja sebagai dokter di RS Pertamina Balikpapan. "Saya senang kalau lihat hidup kalian berkecukupan, tapi saya akan lebih bangga kalau melihat kalian sukses dipendidikan" Kini Opa yang baik itu telah tiada, mudah-mudahan semangat dan kelurusan hidupnya bisa menjadi contoh buat kita semua. Istirahat yang tenang ya, Opa fahrie at 2:54 PM _________________________________________________________________________________________
|
|
Cerita
Lain
|